Kaum Muda Bicara Soal LGBT

PURWAKARTA, Kabarsuka.com — Sore sampai malam tadi ngobrol bareng sahabat muda di GKP Purwakarta, Minggu (15/9/2019). Topiknya lumayan hot, dan senang dengan antusiasme serta partisipasi mereka. Kami ngobrol tentang LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender).

Ada beberapa hal yang mendapat perhatian. Pertama, kami mendekati isu ini dengan simpati dan empati, bukan dengan stigma dan perasaan superior, apalagi dengan pikiran bahwa kaum hetero lebih suci dari orang homo.

Kedua, kami mencoba melihat bahwa setiap manusia diciptakan oleh Allah, dan tidak ada “produk gagal”. Beberapa teks Alkitab seperti kisah penciptaan dan kisah Sodom dan Gomora kami baca ulang. Di sana tidak ada disebutkan bahwa karena dosa orang gay, lalu Sodom dan Gomora dihanguskan. Kami mencoba untuk meninggalkan praktik comot-comot ayat untuk menjustifikasi sebuah pendapat.

Gambar mungkin berisi: 8 orang, orang duduk

Ketiga, kami sadar bahwa problem LGBT ini kompleks, maka harus dilihat dengan pikiran jernih dari berbagai aspek dan ilmu. Problem ini tidak boleh disederhanakan, apalagi hanya diberi label “perbuatan dosa”. Siapa sih yang gak berdosa? Perlu upaya mengenal secara lebih mendalam, bukan hanya tahu. Banyak orang suka menjustifikasi tanpa pernah bersentuhan langsung, hanya hidup dengan bekal stigma atau apa kata orang dan belum tentu hal itu benar.

Keempat, kami belajar untuk menerjemahkan visi gereja kami, yakni “menjadi gereja bagi sesama” dalam konteks LGBT. Beberapa pertanyaan menarik muncul, seperti kalau gereja terbuka untuk merangkul, sampai sejauh mana hal itu dilakukan?

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang duduk

Kelima, apa pun orientasi seksual seseorang, kita semua sama-sama diajak untuk tidak saling menjelekan. Kita semua dipanggil untuk menjaga tubuh kita, menjaga hidup kita, dan mengikuti Yesus Kristus yang merangkul semua orang. Seks bebas dan kejahatan seksual seperti pedofil, pemerkosaan, serta kekerasan lainnya, itu yang harus kita waspadai dan hindari. Seks bebas dan kejahatan seks itu bisa dilakukan oleh orang dengan orientasi seksual apa pun, baik homo, biseks, maupun hetero.

Pewarta: Pdt Hariman Pattiannakotta

Facebook Comments

Default Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *